“So why bashing each other?”


Hampir seminggu terakhir ini, publik Indonesia dihebohkan sama yang disebut-sebut infotainment sebagai ‘demam SMTOWN’. Hebohnya sudah sejak sebelum konser berlangsung, dari yang ngerti sampai yang nggak ngerti, semuanya ikutan ngomong. Termasuk saat penayangan konser SMTOWN semalam di salah satu TV swasta, yang juga menyebabkan banjir opini di timeline Twitter. Pecinta K-POP histeris, mayoritas bernada positif –karena yang nggak bisa nonton langsung senang akhirnya galaunya terobati, dan yang sudah nonton langsung antusias mengenang momen-momen yang mereka lewati di GBK. Tapi sebagian lainnya, nyinyir. Seperti biasa, mengecam K-POP dengan opini yang menyakitkan semacam: “Super Junior kok cantik kaya cewek!”, “SNSD palsu banget operasi plastik semua!”, “Bajunya TVXQ kaya bencong!”, “Apaan konser kok lipsync semua!”, dan banyak lagi sisanya yang tweetnya sengaja ditujukan untuk nyinyirin pecinta K-POPnya, bukan artisnya. Sampai akhirnya terjadi twitwar yang cukup, mm, keras. Sigh.

Aku sendiri yang sudah jadi penggila K-POP sejak 2007, dulunya juga sempat mengalami yang namanya malu mengakui suka K-POP. Pura-pura nggak hafal nama personil SuJu sementara kenyataannya tetep bisa nyebutin nama mereka meski mata ditutup, hafal tanggal lahir sampai di luar kepala, dll. Demi apa? Demi nggak mendengar nyinyiran tentang K-POP. Demi nggak mendengar idolaku dicacat habis-habisan –bahkan sama pacar sendiri- dikatain kaya banci dll. Tapi kemudian aku mikir, kenapa harus aku harus malu? Mendengarkan musik K-POP, ngefans berat sama artis K-POP kan nggak dosa? Nggak mengganggu kelangsungan hidup umat manusia dan mengusik hajat hidup orang banyak kok.

Memang, dari dulu aku selalu gagal paham, kenapa K-POP, dan dulu musik/artis pop Cina, Taiwan dan Jepang selalu dinyinyirin. Kesannya kalau suka budaya pop dari Asia Timur itu dosa banget dan jaminan masuk neraka. Karena mereka terlalu “cantik” berkat oplas? Karena mereka kostumnya kadang suka ajaib? Atau karena musiknya yang pakai bahasa planet jadi sulit dimengerti? Padahal, musik mereka sebenernya sama aja dengan musik Indonesia, musik Barat. Yang bagus ya bagus, baik lirik ataupun musikalisasinya. Tapi yang busuk ya busuk aja. Bahkan aku sebagai penggemar K-POP juga bakal bilang “Lagu apaan sih ini?!” kalau denger musik Korea yang menurutku jelek.

Tapi di luar itu, artis/member boyband atau girlband Korea juga sama aja kok sama boyband dan girlband lain di seluruh dunia. Sama-sama manusia, sama-sama mencari nafkah dari musik. Perkara bajunya seperti apa, mukanya dioperasi sampai seperti apa, itu persoalan budaya dan, mungkin, rule perusahaan masing-masing aja.

Easy, guys, aku di sini bukan untuk defense K-POP habis-habisan dan nge-bash para pengkritik. Karena menurutku, semua orang bebas berpendapat. Mereka boleh membenci selera musikku, selera musik kami, dan kami juga bebas menolak untuk mendengarkan musik pilihan mereka. Tapi hanya TIDAK saling kritik di depan satu sama lain, tidak saling nyinyir di depan satu sama lain dengan kata-kata yang menyakitkan. Karena, percaya atau tidak, mutu atau tidak menurut mereka, tapi nyatanya artis K-POP itu berhasil membuat hidup kami-kami ini, sebagian orang yang mencintai K-POP ini, menjadi lengkap. Sama seperti, misalnya, Maroon 5 melengkapi hidup penggemarnya lewat musik atau tampang ganteng personilnya.

Kami nggak akan memaksakan paham bahwa musik K-POP itu bagus dan berkualitas juga, bahwa artis-artis mereka juga bekerja sama kerasnya dengan artis/musisi lain di dunia. Tapi paling nggak, atas nama pertemanan, atas nama hubungan sesama manusia, yuk kita saling menghargai selera dan pilihan musik masing-masing. Baik anti K-POP maupun penggemar K-POP, berhenti saling nyinyir dan menghina karena kita nggak pantas menghina, menyakiti, melecehkan objek yang bisa bikin sesama manusia bahagia –selama nggak menyangkut moral dan dosa ya tentunya. Jangan sampai kalah sama werewolf, Jacob Black dkk, yang nggak bakal mau melukai dan menyentuh objek imprint yang lain demi kebahagiaan sesamanya.

Nah, kalau balik-baliknya udah Twilight lagi, dan sebentar lagi kemungkinan besar bahas Edward Cullen, sepertinya aku mulai meracau. Hehe. Yuk cus balik kerja lagi! Semoga dunia ini damai selalu dan semua makhluk hidup berbahagia. Salam K-POP! :D

Kim Jongin untuk perdamaian dunia! (cr : supportkaurakkamjong)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s