Behind the Lens


Ceritanya, di saat orang-orang pergi berlibur di long weekend yang indah minggu lalu, aku justru bangun pagi-pagi dan meluncur ke Hotel Puri Artha untuk ngerasain nikmatnya jadi foto model sehari. Dipermak sama make up artist profesional sampai jadi mempesona luar biasa, pakai baju-baju bagus, killer heels, aksesoris glamour, dan mendadak berubah jadi secantik artis Korea dibalik lensa fotografer handal.

Tapi itu cuma teorinya.

Karena kenyatannya, jadi foto model itu susahnya minta ampun. Untuk menghasilkan satu foto secantik Yuri SNSD di Cosmopolitan ternyata bukan cuma butuh make up artist dan fotografer jagoan, tapi juga effort mati-matian dari modelnya sendiri. Punggung harus tegak sepanjang waktu, bahu harus luwes, tangan dan kaki harus digerakkan ke arah yang tepat, jari-jari harus selalu kontrol, belum lagi harus bisa ngatur ekspresi, ketajaman mata, kapan bibir harus dibuka kapan ditutup, kapan kelihatan lembut kapan harus kelihatan angkuh.

Lucky me, hari itu aku difoto dua fotografer dari My Lucky Photography yang dua-duanya punya persediaan ‘sabar’ yang segudang; Mas Dikki Herdyta dan Mas Mujib. Mereka sangat banyak membantu dan sama sekali nggak berhenti menyemangati modelnya yang amatiran ini. Mereka juga nggak segan-segan ngasih arahan –atau bahkan contoh langsung– pose dan ekspresi yang harus ditonjolkan untuk mewujudkan ambisiku jadi secantik Yuri SNSD. Belum lagi kocaknya minta ampun, koleksi joke dan celetukannya yang out-of-the-box manjur banget mencairkan suasana dan membangun mood model, meski kadang-kadang suka kelewat lucu dan akhirnya malah menggagalkan ekspresi si model yang harusnya serius.

Mas Dikki : “Yak, mata tajam lihat kamera, dagu angkat dikit… yak…”
Me : (mengikuti arahan sambil bilang “Oke” dalam hati)
Mas Dikki : “Noleh kanan dikit, jarinya lebih rempong…”
Me : (lagi-lagi mengikuti arahan sambil bilang “Oke” dalam hati)
Mas Dikki : “Yak, yak, mata tajam ya, ekspresi angkuh, sombong, congkak, DURHAKA…”
Me : “EKSPRESI DURHAKA ITU KAYA GIMANA, MAS?” (lalu ngakak guling-guling sampai sakit perut)

Selain dua fotografer kocak yang nggak henti-hentinya ngebanyol, sesi pemotretan siang itu juga dibantu sama Mba Dewi Bianca, make up artist paling ciamik abad ini, yang jago banget ‘membaca’ kelebihan dan kekurangan wajah orang. Mba Dewi tau persis bagian mana yang perlu dikoreksi dan mana yang perlu ditonjolkan lewat make up-nya, teknik shading-nya juga jempolan, sukses berat meruncingkan hidungku yang bentuk aslinya nggak jauh beda sama jambu air. Orangnya juga nggak kalah kocak, bikin suasana pemotretan jadi semakin seru. Sesuai janji tim ini, bahwa mereka nggak cuma menghasilkan foto-foto yang luar biasa, tapi juga memberikan enjoyable photographic moment buat klien-kliennya. Thanks a bunch, My Lucky Photography! Sukses selalu!

Ini dia beberapa hasil fotonya!

Udah mirip Yuri SNSD belum? Apa? Belum? Kesalahan bukan ada pada fotografer/make up artist, melainkan karena perbedaan kualitas pabrikan modelnya :D

One thought on “Behind the Lens

  1. Peranan seorang model lebih dari sekedar duduk, berjalan, berdiri tapi juga butuh penjiwaan dan konsentrasi..menyatukan antara pose dan ekpresi bukanlah masalah gampang…tapi itu semua bisa dilalui dg mudah tanpa halangan # photo yg berbicara.

    Impian sederhana kami sebagai seorang fotografer adalah photo yg berbicara, dan itu bukanlah perkara mudah, kami medapatkan pada sesi pemotretan ini..thank’s lot mbak ayu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s