Divortiare


 

divortiare-sketch

Sebut aja aku “Ih telat banget, ke mana aja?!” tapi aku bener-bener baru selesai baca Divortiare, novel kedua Ika Natassa yang dicetak pertama kali tahun 2008. Jujur aja, aku yang sudah sempat skeptis sama novel-novel Indonesia, awalnya sama sekali nggak melirik karya Ika meski udah ratusan kali dilewati di toko buku. Gara-gara salah seorang teman yang spazzing di Twitter tentang laki-laki yang katanya hot dan ganteng bernama Harris Risjad, akupun jadi penasaran. Ternyata Risjad ini tokoh dalam novel Ika, Antalogi Rasa.

Akhirnya ketebak lah, aku langsung ngacir ke toko buku beli Antalogi Rasa,  dibuat jatuh cinta setengah mati sama gaya menulisnya, lalu mulai follow Twitter Ika Natassa (@ikanatassa, go follow her!) dan langsung ikutan pre-order book set-nya yang berisi 4 novel Ika Natassa: A Very Yuppy Wedding, Divortiare, Antalogi Rasa (jadilah aku punya 2 novel berjudul sama dengan versi cover yang berbeda!), dan Twivortiare.

Karena kesibukan yang luar biasa (elah!), aku baru sempat baca A Very Yuppy Wedding bulan lalu, dan Divortiare bulan ini. Dan novel yang disebut belakangan ternyata memang mengagumkan, seperti kata orang-orang. Meski bukan jenis novel yang segitu powerful sampai bikin aku nggak bisa berhenti baca sebelum tamat, tapi jelas salah satu novel terbaik Indonesia dalam… sebut saja lima tahun belakangan ini.

Matang, dalam, dan banyak menginspirasi. Memaksa kita berkaca, bahkan pada bagian-bagian tertentu mampu menohok di titik terdalam. Seperti misalnya saat Beno tanya ke Alexandra, “Kenapa sih semuanya harus tentang kamu, Lex?” yang sukses berat bikin aku keselek bacanya.

Persis dengan yang dibatin Alexandra: pertanyaan sialan, yang nyatanya hampir selalu muncul di pertengkaran sehari-hari antara dua orang yang dalam relationshipnya masih memberikan porsi lebih besar untuk ego masing-masing, dibandingkan dengan porsi untuk cinta, pengertian dan rasa sabar. Aku barusan ngomong apa? Pret banget, kaya gampang aja. Haha.

Atau pada “go fishing” thing yang diributin sama temennya Alexandra, Wina, ketika si tokoh utama itu belum bisa-bisa move on juga dari mantan suami yang udah cerai 2 tahun.

“You’re young, you’re beautiful, there are many fish in the sea, Lex. Go fishing!”

Dan betapa Alexandra berpikir sebaliknya bahwa “go fishing” sama sekali nggak semudah diucapkan orang-orang. Bahwa Alexandra dulu pernah jatuh cinta pada Beno, habis-habisan dan dalam, dan dia bilang, “You don’t just get over something like that easily.” yang mana adalah.. bener banget. Semua orang yang mengalami “susah move on” pasti berpikiran sama, dan novel ini menyajikan semuanya dengan gamblang.

Sangat jujur dan sangat realistis, dua poin penting yang memang jadi keunggulan Ika Natassa dalam novel-novelnya. Orang nggak bisa nggak ikut manggut-manggut dan/atau berseru keras-keras “Aku banget!” waktu baca kalimat-kalimat  yang sebenarnya sederhana, tapi diam-diam menampar. Huahaha.

Well, intinya novel ini bagus banget. Highly recommended. Sana pada beli!

Yang di atas ini adalah ink sketch salah satu adegan antara Alexandra dan Beno dalam Divortiare. Buatan Ika Natassa sendiri, bisa dibeli di sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s