Teater Boneka


Kalau di Path, Twitter atau Instagram postingan ini harusnya dikasih tagar #latepost :D Tapi nggak apa-apa ya, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali!

Teater-Boneka

Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah.

Sekali ini, lagi, aku nggak bisa berhenti mengucap syukur atas kelahiran ‘anak’ keduaku: Teater Boneka! Novel yang merupakan hasil dari gojlokan selama karantina Gramedia Writing Project ini aku tulis bareng Emilya Kusnaidi (Meme) dan Kak Orinthia Lee, dua teman berbakat yang juga sama beruntungnya denganku bisa mengusung genre Metropop untuk Penerbit Gramedia Pustaka Utama.

Kami menulis berdasarkan plot yang sudah dibuat Mbak Clara Ng, dibawah bimbingan editor Mbak Hetih Rusli selama 45 hari. Senin dan Kamis jatahku, Selasa dan Jumat jatah Meme, Rabu dan Sabtu jatah Kak Orin. Setiap harinya kami menulis bergantian, satu orang harus menghasilkan 5 halaman (harus banget nggak boleh kurang!) sesuai dengan plot. Nggak boleh melenceng kemana-mana supaya nggak dimarahin editor, dan dilarang keras ‘mencuri’ plot punya teman yang menulis setelah kita, karena kalau sudah kita curi, nanti si teman nulis apa dong? :))

Selama proses penulisan, aku belajar banyak dari kedua teman dan editor. Satu, menulis adalah pekerjaan yang mewajibkan disiplin tinggi dan kemauan yang keras. Mood nggak mood kita tetap harus nulis, karena kalau nungguin mood melulu, kita akan ketinggalan dari orang lain dan novel kita nggak akan pernah selesai. Dua, menulis estafet dengan dua teman lain sama sekali nggak mudah, tapi penuh pelajaran. Belajar sabar, belajar menyesuaikan, belajar teliti, belajar saling mengisi dan memberikan kritik yang membangun. Tiga, menulis dengan plot yang sudah dibuatkan orang lain mengajari aku untuk konsisten dan lebih kreatif. Stick to the plot. Kalau stuck dan nggak tahu harus nulis apa, aku kembali lagi ke plot. Gali ide. Dari plot yang cuma 2 – 3 kalimat, harus dikembangkan kemana supaya bisa jadi 5 halaman utuh? Awalnya sulit, tapi lama kelamaan lancar juga. Dan metode ini ternyata ampuh juga saat diterapkan pada novel solo yang sedang kukerjakan ;)

Launching Teater Boneka

Ngomongin soal launching, aku juga super beruntung nih. Kalau novel Gramedia biasanya (katanya) hanya di-launching di toko buku, Teater Boneka berkesempatan launching di Panggung Gramedia, Asembly Hall Jakarta Convention Center (JCC) Senayan tanggal 5 April 2014 lalu. Acaranya sederhana, tapi sangat berkesan karena bisa ketemuan lagi sama sebagian besar geng GWP, editor tersayang Mbak Hetih Rusli, Mbak Clara Ng, Mbak Asty, Mas Wisnu, dan semua Mbak dan Mas yang sudah membantuku waktu karantina GWP dan proses menuju penerbitan Teater Boneka. Senangnya lagi, Mas Pacar juga datang menemani, Mbak Arfi, Bapak, Arin, juga kedatangan dua sahabat yang kebetulan tinggal di Jakarta. Terima kasih semuanya! *kecup satu satu*

Metropop

Bravo geng Metropop! We did a good job! Jangan tanya ya gimana gemeterannya aku memegang novel impian ini. Ada namaku bersanding dengan logo Metropop dan logo Gramedia Pustaka Utama. Alamak, senangnya!

Metropop-2

Geng Metropop dan mama Editor (ki-ka: aku, Emilya Kusnaidi, Mbak Hetih Rusli, Kak Orinthia Lee)

Note: Teater Boneka bisa dibeli di toko buku terdekat seharga Rp 60.000, atau di toko buku online PengenBuku, BukaBuku, dll. Bagi yang berminat koleksi Teater Boneka bertanda tangan, boleh kontak via LINE ke ayurianna ya :)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s