That Summer [TEASER 2]


“Apa kau benar-benar tidak bisa tidak memasang tampang menderita begitu, sedikit saja?”

Ethan mengangkat kepala untuk menemukan Daniel yang sedang bersandar di gawang pintu dengan kedua tangan dilipat di depan dada. Ia tampak begitu frustasi karena suasana hati kakaknya sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda membaik. Sejak mereka tiba di apartemen Daniel dua jam yang lalu, Ethan terus mengurung diri di kamar tamu sambil memasang ekspresi yang sama sekali tidak menyenangkan.

“Tidak bisa,” sahut Ethan seraya menutup wajahnya dengan bantal.

“Cobalah bersabar sedikit.” Daniel melembutkan nada bicaranya. “Hanya beberapa bulan saja, lalu kau bisa kembali dan hidup tenang di Beijing. “

“Tapi ini sama sekali tidak masuk akal.” Ethan mulai menggerutu dari balik bantal. Bibirnya tidak mengucapkan apapun, namun benaknya tidak habis-habis mengutuki proyek sialan yang menyeretnya kembali ke New York.

“Tapi bayarannya setimpal, bukan? Proyek dengan klien sekelas Weinstein pasti bernilai sangat besar. Dan karena mereka memintamu datang, kau pasti akan dapat tunjangan-tunjangan tambahan dan sebagainya. Kurasa kau akan langsung jadi milyuner saat kembali ke Beijing.”

“Masih ada banyak jalan lain untuk jadi milyuner.”

“Tapi hanya satu jalan untukmu, bersabar dan bekerjalah. Beberapa bulan saja, sama sekali tidak sulit.” Daniel menjawab dan Ethan mendengus lagi untuk keseribu kalinya dalam beberapa jam terakhir.

Seluruh masalah ini berawal ketika Zero & Beyond, agensi iklan tempat Ethan bekerja sejak lima tahun terakhir, memenangkan tender untuk menangani proyek kampanye Weinstein Hotel International –salah satu jaringan hotel terbesar dan termewah di dunia dengan lebih dari 3.900 hotel dan resor yang tersebar di 90 negara di Amerika, Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Asia. Skala dan nilai kontraknya yang luar biasa besar menempatkan proyek ini di puncak prioritas, sehingga kantor pusat Zero & Beyond di New York pun berinisiatif mengumpulkan orang-orang terbaik dari kantor cabang di seluruh dunia untuk menyusun strategi, menggodok ide, dan merumuskan panduan yang nantinya akan diterjemahkan menjadi iklan dan elemen-elemen promosi lainnya oleh tim kreatif.

Ethan bersama tujuh orang lainnya yang didatangkan dari kantor cabang di San Fransisco, London, Buenos Aires, dan Singapura akan bertemu dengan orang-orang dari kantor pusat untuk mendiskusikan proyek triliunan dolar ini pada hari Senin. Mereka yang bergabung dalam tim sudah dipastikan akan mendapatkan bayaran berkali lipat, ditambah tunjangan selama tinggal di New York yang seolah tanpa batas. Akan menjadi milyuner, mungkin, seperti kata Daniel.

Namun uang sebanyak apapun rasanya tak akan cukup untuk membujuk Ethan yang sudah bersumpah tidak akan menginjakkan kakinya lagi di New York. Setiap sudut kota sialan itu, begitu Ethan selalu menyebutnya, sudah dipastikan akan mengembalikan kenangan-kenangan menyakitkan yang setengah mati berusaha dilupakan Ethan selama empat tahun terakhir. Dan ia sungguh tidak ingin mengingat kembali, tidak ingin merasakan kembali. Sama sekali tidak ingin.

“Bisakah kau menutup pintu? Aku perlu tidur,” ujar Ethan tanpa menoleh pada adiknya yang langsung menghembuskan nafas keras-keras, entah lega atau kesal karena diusir keluar dengan kasar, lalu segera menghilang di balik pintu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s