Now You See


blowing-in-the-wind

Karl tidak percaya pada apapun yang tidak bisa dilihatnya. Rumor yang tidak ada buktinya, janji yang tak terwujud, suara-suara yang tak berwajah, hantu, hingga cinta. Sampai pada suatu malam, di bawah pengaruh wiski buatan kaum Svartr –satu-satunya minuman yang bisa membuat para Aesir cukup mabuk– Eira Franic mendebat kata-katanya dengan keras.

“Segala sesuatu tidak harus bisa dilihat untuk bisa dipercaya, Karl. Kau tidak bisa melihat angin, tapi kau bisa merasakannya saat ini menerpa kulitmu. Kau juga tentu pernah berbaring sakit, ibu dan ayahmu bergantian merawatmu, mengganti kompres di dahimu, menyuapimu makanan… apa semua itu belum cukup untukmu? Kau tidak bisa melihat cinta dalam wujud nyata, tidak bisa menyentuhnya. Tapi kau pasti bisa merasakannya.” Kata-kata Eira bertahan berjam-jam di kepala Karl, berputar-putar, seolah berusaha keras meyakinkannya. Hingga tengah malam tiba, ketika Karl menoleh ke arah Eira yang sudah tertidur di atas karpet piknik di sampingnya dan memandangi wajah gadis itu, senyumnya pun mengembang perlahan. Cinta memang tidak bisa dilihat. Tapi kali ini, ia benar-benar bisa merasakan.

Foto dalam tulisan ini dipinjam dari Pixgood. Thanks!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s