The Legend & The Prodigy


“Day,” I say, carefully choosing what my final words to him should be. “It has been such a privilege and honor to fight by your side. You’ve saved many more of us than you’ll ever know.” For a small moment, I fix my eyes on his, telling him silently everything that I’ll never say to him aloud. “Thank you,” I whisper. “For everything.”

(June Iparis on Champion)

Legend series

WOW.
Sepenuh hati wow.

Buku ini salah satu bukti nyata bahwa kita memang dilarang keras menilai isi buku dari covernya. Aku sudah bolak-balik lihat versi terjemahan Indonesianya (note: yang di atas itu cover versi aslinya) di Gramedia, Toga Mas, toko buku online mana sebut aja, tapi nggak pernah tertarik sama sekali sampai suatu hari salah seorang teman merekomendasikan. Katanya bagus. Tapi waktu itu responku cuma “Oh, yang covernya jelek itu, ya?” :)) Beberapa hari kemudian aku coba ke Gramedia kantor, tapi cuma tinggal seri ketiga. Jadilah aku batal beli dan akhirnya menuruti saran temanku itu untuk coba intip e-book versi Inggrisnya dulu sebelum memutuskan beli online.

Dari mengintip jadi membaca. Satu halaman jadi satu bab, lalu tiba-tiba udah selesai satu buku, gatel, dan terus lanjut ke buku berikutnya. Akhirnya aku berhasil menyelesaikan baca ketiga-tiganya dalam bahasa Inggris (rekor buatku yang Inggrisnya lumayan jongkok ini) dalam waktu kurang dari dua minggu.

Kesimpulannya apa? Wow itu tadi. Woaaah! Aaaaak! Kyaaaa! Pilih aja deh sorak sorai yang tepat untuk menggambarkan buku yang berhasil bikin pembacanya jungkir balik secara emosional maupun fisik, gigit bantal, gregetan, dan mewek tanpa henti di 100 halaman menjelang akhir. Bagus. Bagus banget. Seperti yang sudah kutulis juga di kolom review Goodreads, kalau boleh aku mau kasih bintang tujuh :D

Ide ceritanya sebenarnya sedehana. Tentang The Legend –Day, cowok berandalan yang melegenda, buronan nomor satu di Republic of America, versus The Prodigy –June Iparis, cewek/agen/prajurit kesayangan Republic of America. Mereka nggak sengaja ketemu, saling benci, jatuh cinta, saling menyakiti, lalu saling menolong lagi. Musuh jadi teman, teman jadi pacar, lalu putus, dan nyambung lagi. Sesederhana itu, sebiasa itu. Tapi plotnya yang luar biasa bikin yang sederhana dan biasa jadi mengagumkan, nggak terbayangkan. Penulisnya bisa banget bikin emosi pembaca naik turun, seolah benar-benar mengalami dari sudut pandang Day dan June. Dia yang ketembak, pembaca yang kesakitan. Dia yang patah hati, pembaca yang bersedih. Ditambah juga kekuatan bahasanya: indah dan menyentuh tapi straightforward, nggak berputar-putar ala sastrawan gadungan.

Bagusnya lagi, seri ini menunjukkan dengan jelas kekuatan dan stamina prima penulisnya. Ketika biasanya para penulis terkesan kecapekan dan pengen cepat selesai menjelang akhir seri, Marie Lu justru kebalikannya. Membaca Champion, buku terakhir dalam seri ini, rasanya seperti menonton orang yang sedang menyusun puzzle penuh misteri. Sangat hati-hati, penuh kesabaran, lambat, tapi tetap punya daya tarik yang bikin pembaca nggak bosan dan pengen cepet-cepet pergi. Aku justru sempat pengen berhenti baca di setengah buku terakhir saking takut kehabisan bacaan bagus kalau yang satu ini tamat. Haha!

Jadi, teman-teman tersayang, berhubung aku sudah resmi menempatkan seri ini di peringkat 1 novel fantasi favoritku (mengalahkan The Hunger Games yang aku cinta banget sampai kubawa tidur itu), maka aku jelas merekomendasikan seri ini. Bacalah dengan sabar dan hati yang lapang, niscaya di halaman terakhir kamu akan tersenyum senang sambil berlinang air mata :)) Kalau bisa sih baca versi Inggrisnya (dan beli! Sumpah aku sudah berencana beli versi Inggris DAN Indonesianya), karena mungkin akan lebih ‘kena’ di hati daripada terjemahannya.

Akhir kata, selamat membaca! Long live the Elector! Long live the Republic!

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s