Nightmare


my nightmare

Lelaki yang tidak pernah tersenyum itu pasti punya kenangan masa kecil yang tidak menyenangkan. Dari caranya menghadapi dunia, betapa tinggi tembok yang telah dibangunnya, wajah yang selalu masam dan kata-kata yang seringkali membuat orang lain mengangkat alis, Eira bisa melihat luka besar yang masih mengalirkan darah namun berusaha ditutupinya sekuat tenaga. Gadis itu tak pernah tahu pasti penyebabnya, sampai suatu hari ia mendengar Karl berteriak keras dalam keadaan tak sadarkan diri dan terluka parah. Teriakannya terdiri dari dua kata yang diulang-ulang hingga terasa memilukan: Fritz dan jangan. Apa yang dilihat Karl di balik kedua kelopak matanya yang terpejam? Apa yang terjadi pada Fritz, adik yang selalu berusaha dilindunginya, dalam mimpi Karl yang mengerikan itu?

Eira ingin sekali bertanya, tetapi saat Karl akhirnya membuka mata, ia sama sekali tak sampai hati. Sisa teriakannya masih menggantung di lidahnya saat lelaki muda itu menegakkan punggung, nafasnya terengah, dan kedua matanya basah. Sesaat Karl seperti dibutakan oleh bayangan gelap yang membanjir keluar dari mimpinya, namun tubuhnya seketika membeku ketika melihat Eira. Mulanya gadis itu mengira Karl akan menarik diri seperti biasa –malu atau marah pada dirinya sendiri karena terlihat lemah di depan orang lain– tapi ternyata ia hanya duduk di sana seraya memandangi Eira seolah memohon pertolongan, lalu menarik lengannya dan memeluknya erat. Tanpa bicara, Eira mengizinkan Karl menumpahkan air matanya, membasahi seragam biru langit yang dikenakan gadis itu, membiarkan Karl kembali jadi anak kecil yang berduka dan kehilangan, mencari-cari kehangatan dan kata-kata menenangkan yang tak pernah didapatnya, hingga akhirnya nafasnya kembali teratur. Eira masih bisa melihat segores luka penuh darah yang terbayang di kedua matanya selagi Karl mendongak dan menggumamkan terima kasihnya yang lirih. Tapi setidaknya, untuk saat ini, ia berharap lelaki itu bisa menepikan mimpi buruk dan rasa sakit apapun yang berasal dari kenangan masa kecilnya. Setidaknya, untuk saat ini, ia berharap Karl akan merasa baik-baik saja.

Foto dalam tulisan ini dipinjam dari Devianart (Eyadoos). Thank you!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s