Kata Kota Kita


kata kota kita.indd  AYU - KKK

Sinopsis

Dalam Kata Kota Kita, kita dibawa singgah dari Central Park di New York, purnama di Ankara, kemacetan di Jakarta, hingga indahnya Pantai Ora di Ambon. Dan seusai penjelajahan, kita dibuat tersenyum dan menyadari betapa kayanya kita sebagai manusia.

Kota-kota dalam kumpulan cerpen ini memberikan suaranya, menguarkan aroma, dan menunjukkan pemandangan yang ditulis dengan beragam tema, ditulis dengan beraneka gaya, mulai dari yang lincah ala MetroPop hingga mencekam ala novel horor.

Tujuh belas cerpen mengenai kota-kota yang berbeda ini menyajikan senyap dan riuh, tawa dan tangis, cinta dan kehilangan… Dan pada akhirnya membawa kita menuju kota yang menjadi tujuan pulang.

Para penulis adalah penulis yang terpilih dari Gramedia Writing Project Batch 1.

Teman-teman tentunya masih ingat sama program Gramedia Writing Project (GWP) yang diadakan tahun 2013, kan? Nggak kerasa sudah lebih dari setahun ya, dan sekarang giliran teman-teman dari Batch 2 yang ikutan kamp dan mentoring bareng ibu-ibu editor dari Gramedia Pustaka Utama. Nah, menyambut dimulainya kamp GWP Batch 2 ini, kami dari Batch 1 pun ikutan meluncurkan kumpulan cerpen yang di-request khusus oleh para editor: harus menonjolkan setting tempat/kota tertentu, spesifik dan real alias nggak boleh kota khayalan di atas awan.

Setelah proses penulisan (yang nggak gampang buatku, yang baru sekali ini setelah sekian lama kembali menulis cerpen dengan setting dalam negeri) dan editing, akhirnya kumcer kami terbit juga! Berjudul Kata Kota Kita, di dalamnya ada 17 cerita pendek dari 17 penulis yang semuanya masuk dalam geng GWP Batch 1. Settingnya beragam, dari dalam hingga luar negeri, dan genrenya pun berbeda-beda.

Cerpenku yang dimuat dalam kumcer ini judulnya Ora (halaman 9). Mengambil setting di Pantai Ora, nun jauh di Desa Saleman, Kecamatan Seram Utara, Maluku Tengah. Aku berharap pembaca bisa ikut menikmati kecantikan Pantai Ora bersama Dirga dan Shanna, dan ikut larut dalam getirnya cerita cinta mereka. Selamat membaca!

PS: Ora kupersembahkan untuk suamiku yang nggak suka baca tapi sudah berbaik hati jadi proofreader untuk cerpen ini. Dia juga yang menyarankan untuk ambil setting di Pantai Ora. Dan untuk bayi kecil di perutku yang udah nemenin mamanya ke acara launching tanpa rewel. Love you both!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s