[PREGNANCY] Bedrest, Oh Bedrest…


sleepys-62

Selama kehamilan sampai usia 32 minggu ini, aku akrab sekali dengan istilah bedrest. Sejak hamil 1 bulan sudah diperintah dokter untuk bedrest sepanjang trimester 1. Bebas sedikit di bulan ke-4, lalu mendadak didiagnosa plasenta previa di bulan ke-5 dan mau nggak mau harus bedrest lagi. Sampai sekarang. Nggak total sih, karena kadang di hari-hari yang indah karena fleknya berhenti atau badanku rasanya super fit, aku masih jalan-jalan sedikit. Minimal ke dapur, maksimal ke mall :D

Tadinya kupikir cuma aku seorang yang paling sedih karena harus menghabiskan sebagian besar masa kehamilan di atas tempat tidur dengan aktivitas minimal. Tapi ternyata setelah ngobrol sama beberapa teman, banyak juga bumil yang mengalami hal yang sama. Penyebabnya bisa macam-macam, mulai dari yang memang fisiknya kurang fit selama hamil, sampai yang plasenta previa dengan riwayat pendarahan seperti aku.

Apa itu bedrest?
Cara gampangnya sih, bed = tempat tidur, rest = istirahat alias istirahat di atas tempat tidur. Tadinya kukira orang bedrest tuh ya seperti tidur aja biasa, tapi dengan periode yang lebih lama sampai sakit/keluhannya sembuh. Tapi setelah mengalami sendiri harus bedrest saat opname di rumah sakit, ternyata yang namanya bedrest total itu bener-bener berada di atas tempat tidur dengan aktivitas sangat minimal. Menginjak lantai hukumnya haram (bahkan untuk mandi, pipis, dan makan juga harus dilakukan di tempat tidur), dan aktivitas sederhana seperti menggerakkan kaki dan pindah-pindah posisi kanan kiri, duduk, atau setengah duduk juga harus dikurangi.

Kurang nyaman memang kalau kita terpaksa bedrest total dalam waktu lebih dari 4 hari, karena selain pegalnya minta ampun, punggung juga jadi lebih cepat keringatan dan gateeeeel. Tapi semua yang diperintahkan dokter pasti ada manfaatnya dong, jadi sebaik mungkin berusaha aku turuti dengan ikhlas.

Kenapa harus bedrest?
Kalau untuk kasus bumil dengan keluhan plasenta previa atau riwayat flek/pendarahan seperti aku, bedrest memang sangat dianjurkan, bahkan mungkin masuk kategori diharuskan. Karena sepengetahuanku (tolong benerin ya kalau ada salah informasi), bumil dengan plasenta previa memang sebaiknya tidak mengalami kontraksi sekecil apapun dan tekanan-tekanan di bagian pangkal paha dan perut yang bisa mengakibatkan pembuluh darah plasenta luruh sedikit (menjadi flek) atau bahkan pecah (menjadi pendarahan). Kontraksi dan tekanan yang dimaksud di sini bukan cuma semacam kontraksi palsu yang katanya menyakitkan atau tekanan hebat misal yang dialami karena olahraga berat. Tapi berdasarkan pengalamanku, jalan kaki terlalu jauh, duduk lama dengan posisi pangkal paha terlalu membuka atau kaki menekuk tegang terlalu lama juga bisa menyebabkan flek. Dan kalau sudah flek, apalagi pendarahan, aktivitas kecil seperti glibak-glibuk di tempat tidur aja bisa menyebabkan luka yang tadinya sudah menutup jadi terbuka lagi. Alhasil nggak kunjung berhenti lah si flek/pendarahan itu.

Berikut beberapa tips dariku yang dirangkum berdasarkan pengalaman dan pengetahuan dikit-dikit yang mungkin bisa membantu bumil selama bedrest:

Do(s)
– Turuti kata dokter/bidan. Kalau diperintahkan bedrest total selama kurun waktu tertentu, ya lakukanlah. Semakin kita bandel, bisa jadi semakin lama kita pulih dan berujung pada perintah bedrest lebih lama lagi.

– Relaksasi. Ini penting banget untuk menghindari stres dan frustasi selama bedrest. Caranya pun bisa beragam, mulai mendengarkan CD relaksasi sampai sekedar dengerin musik atau baca buku favorit.

– Lakukan hal yang kita sukai selama bedrest. Percaya deh, ‘terikat’ di tempat tidur bukan berarti kita nggak bisa melakukan apapun. Apalagi di zaman internet gini. Bahkan belanja keperluan bayi saat waktu kelahirannya sudah dekat pun bisa dilakukan hanya dengan pegang satu gadget kan? Tapi tetap atur waktunya ya, supaya antara istirahat dan waktu menghibur diri tetap seimbang.

– Dengarkan tubuhmu. Setelah perintah bedrest total dicabut dan berubah jadi anjuran “mengurangi aktivitas”, sebaiknya kita mulai lebih peka dalam mendengarkan apa kata tubuh. Lagi jalan di mall dan mendadak capek, ya duduk atau segera pulang. Lagi masak atau cuci piring kok pegel, ya lakukan sambil duduk. Jangan dipaksakan, karena semua hal selalu bisa dicari jalan tengahnya kok supaya tetap bisa dilakukan tanpa kita harus capek.

Aku sempat mendengar keluhan teman dan mengalami sendiri ketika harus bedrest tapi kita tinggal sendirian di rumah tanpa ART, sementara suami kerja dan kita terpaksa masih harus masak, mandi, cuci piring dll di luar kamar. Kalau nggak masak, ya nggak makan. Kalau nggak cuci piring, nanti tumpukan bakal menggunung menjijikkan. Kalau nggak mandi, ya kali :D Aku bahkan sempat mengeluhkan hal itu ke dokter yang menyarankan bedrest. Jawabannya sederhana dan dikatakan sambil ketawa, “Ya nggak pa-pa jalan-jalan, tapi dengan efisien dan langkah yang penuh perhitungan. Misal kamu perlu ambil makanan/minuman, buang air, atau melakukan aktivitas di luar kamar, lakukan sekali jalan dan usahakan nggak terlalu banyak wira-wiri.” Setelah kupraktekkan, ternyata banyak lho kegiatan yang bisa kita rangkum supaya irit langkah dan nggak capek.

– Komunikasi dengan suami, keluarga atau rekan kerja bahwa kita memang diharuskan bedrest atau mengurangi aktivitas karena alasan tertentu. Berdasarkan pengalamanku, ini penting banget karena bagi mereka yang nggak mengalami dan nggak tau rasanya, pasti kesel dong ketika kita baru diajak jalan setengah putaran keliling mall kok udah ngeluh capek dan minta duduk. Baru cuci piring sebentar kok udah pegel. Baru duduk di mobil sebentar kok udah sakit pinggang dan pengen rebahan. Salah-salah malah jadi dicap manja. Tapi dengan penjelasan yang baik dan masuk akal (lebih bagus lagi kalau bisa langsung mendengarkan apa kata dokter soal perintah dan alasan bedrest ini), mudah-mudahan mereka bisa paham dan bahkan mungkin membantu kita melewati periode bedrest dengan sukses.

Don’t(s)
– Stres. Ini nih musuh utama bumil yang wajib bedrest. Memang susah banget ngilanginnya, tapi harus diusahakan segala cara. Karena stres dan perasaan tertekan ternyata bisa memperburuk flek/pendarahan lho! Sudah kubuktikan sendiri.

– Mengeluhkan bahwa kita ‘sial’ banget karena harus bedrest, apalagi sampai kesal sama bayi dalam kandungan yang menyebabkan aktivitas kita jadi terhambat. Jangan ya, kasian diri sendiri dan bayinya. Aku percaya semua hal terjadi untuk alasan yang baik. Apalagi setiap kehamilan itu unik, punya jalan dan hikmah masing-masing. Buatku, keharusan bedrest selama berbulan-bulan ini seperti ujian kesabaran dan melatih kelembutan. Karena aku biasa gerak cepat dan maunya buru-buru dalam segala hal, seperti diingatkan kalau sekarang sudah nggak sendiri lagi, harus lebih sabar dan hati-hati karena sudah punya tanggung jawab lebih.

– Meneruskan bedrest total di saat sudah mulai pulih dan boleh mobilisasi oleh dokter/bidan. Rasanya memang maleees banget gerak kalau kita sudah terlalu lama berada di atas tempat tidur dengan aktivitas minimal. Baru duduk sebentar sudah capek, jalan sedikit sudah pegal. Tapi ketika perintah bedrest total memang bener-bener sudah dicabut, sebaiknya kita mulai melatih aktivitas pelan-pelan. Supaya ketika hamilnya semakin besar dan beban semakin berat, kita tetap fit, nggak terlalu gampang capek dan nggak cepat terserang sesak nafas setelah aktivitas.

Nah, kira-kira begitu curhatan/tips dariku seputar bedrest. Mudah-mudahan bisa membantu, meringankan dan memudahan periode bedrestnya ya, bumils. Ingat, you are not alone. Ada bayi lucu yang mengalami semua hal bersama kita, dan jutaan ibu-ibu lainnya yang berjuang menghadapi tantangan yang sama. Kalau mereka bisa, kenapa kita nggak? Semangat dan tetap sehat! :)

Foto dalam tulisan ini murni ilustrasi yang dipinjam dari Daily Life Buff, karena kakiku nggak semulus itu dan aku nggak punya bedcover ungu selucu itu :D

Baca juga info tentang bedrest lainnya :

Bedrest: Does it help? – Baby Center

Bed Rest – American Pregnancy Association

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s