[THROWBACK] The Wedding


_MG_8227-sm+LOGO

Teman-teman yang sering mampir ke blogku mungkin bertanya-tanya, kok tiba-tiba posting soal kehamilan dan melahirkan aja sih, kapan nikahnya? :D

Tepat hari ini, setahun yang lalu.

Sejak menikah memang aku belum sempat cerita lengkap tentang pernikahan dan printilannya karena sekitar 2 minggu setelah hari-H aku langsung terbang menyusul suami ke Bandar Lampung dan dalam keadaan yang (ternyata) sudah hamil. Disusul mual-mual dan keseruan lainnya sampai melahirkan, akhirnya lupa deh. Nggak terasa sudah setahun lewat. Kalau orang bilang tahun pertama itu masanya bulan madu, aku dan suami justru menjalani tahun pertama pernikahan dengan banyak ujian sabar dan tantangan yang nggak mudah. Tapi aku yakin rencana Allah yang terbaik. Mudah-mudahan segala yang sudah dan akan dilewati bisa bikin kami semakin solid dan kuat, dan bisa merasa kaya bulan maduuuu melulu sepanjang usia pernikahan sampai maut memisahkan. Amin :)

Kembali ke wedding day, kami menjalani upacara adat Jogja lengkap yang rangkaiannya berlangsung selama 2 hari. Dimulai tanggal 5 Desember 2014 dengan prosesi pasang bleketepe oleh bapak dan ibuku, sungkeman yang banjir air mata, dan siraman dengan air dari 7 sumber. Setelah siraman, aku masuk lagi ke dalam untuk bersih-bersih dan mulai rias sementara bapak ibu menyiapkan tumpeng suapan terakhir. Acara rias ini nih yang biasanya jadi momok bagi calon pengantin wanita karena ada satu tahap yang namanya kerikan alias mencukur semua anak rambut (dan alis!) sebelum dirias. Selesai rias, aku yang sudah bersanggul dan berkebaya mengikuti prosesi suapan terakhir, lalu masuk lagi dan sembunyi di kamar sepanjang malam menunggu bidadari dalam prosesi midodareni, sementara bapak ibu dan seluruh keluarga menyambut keluarga calon pengantin pria yang datang dengan pakaian khas Palembang untuk acara nyantrik. Malam midodareni itu aku nggak boleh tidur sebelum jam 12 malam dan dilarang keras mengurai sasakan supaya besok paginya nggak harus nyasak lagi dari awal. Bayangkan, sudah deg-degan mau nikah, tidurnya pun harus terlentang kaku seperti Sleeping Beauty supaya sasakannya nggak rusak! Jadi pengantin Jawa memang sungguh perjuangan :D

_MG_1304-sm

_MG_8577-sm

_MG_7915-sm

_MG_8723-sm

_MG_7999-sm

_MG_1558-sm

Keesokan harinya, sekitar pukul 5 pagi tanggal 6 Desember 2014, aku sudah mulai dirias lagi dengan gaya Jogja Putri untuk akad nikah. Jam 8 calon suami datang bersama rombongan keluarga besar (kecuali orang tuanya yang saat itu masih harus sembunyi sampai akad dan panggih selesai). Akad nikah berlangsung dalam sekejap mata, dilanjutkan upacara panggih alias prosesi ‘pertemuan’ pertama pengantin setelah resmi menjadi suami istri, yang mana beneran jadi pertemuan pertama kami setelah satu bulan nggak ketemu :D Aku suka sekali dengan rangkaian upacara panggih yang sarat makna ini, mulai dari balangan gantal (saling melempar daun sirih yang melambangkan perkenalan), wijikan (istri membasuh kaki suami sebagai bentuk pengabdian), tampa kaya (suami memberikan ‘uang’ dan ‘harta’ kepada istri sebagai simbol tanggung jawab untuk menafkahi), dhahar klimah (suap-suapan biar romantis :D), dan sungkeman pada bapak ibu, mertua, dan nenek.

IMG_9879-sm

_MG_8173-sm

_MG_8184-sm

_MG_8203-sm

_MG_8993-sm

Setelah akad nikah, acara salam-salaman, dan sesi foto, aku dan suami berangkat ke Hotel Sheraton Mustika untuk istirahat sebentar sebelum mulai rias lagi untuk resepsi. Tapi apalah kita ini, malah asik ngobrol-ngobrol dan mengunjungi keluarga di kamar-kamar lain, akhirnya baru kerasa ngantuk waktu rombongan periasnya datang. Acara rias-merias untuk resepsi ini makan waktu hampir 4 jam, memerlukan stamina dan kesabaran ekstra. Tapi riasan Paes Ageng Yogyakarta ini memang hasilnya magis dan anggun luar biasa, terbayar deh pegel-pegel dan masuk anginnya demi jadi raja dan ratu sehari!

_MG_8425-sm

Nah, berikut vendor-vendor yang aku pakai untuk upacara adat, akad, dan resepsi pernikahan kami tahun lalu. Siapa tau bisa jadi referensi untuk teman-teman di Jogja yang sedang merencanakan pernikahan.
– Rias pengantin, ibu pengantin & among tamu: Kartini Griya Rias Pengantin (Ibu Hj. Lies Adang)
– Rias keluarga pengantin wanita: Salon Larasati (Larasati Dekorasi & Galeri Pernikahan)
– Dekorasi akad & resepsi: Larasati Dekorasi & Galeri Pernikahan
– Kebaya akad nikah: Talenta Modiste
– Katering: Hotel Puri Artha (midodareni), Karunia Catering (akad), Al Buruuj Catering (resepsi)
– Wedding organizer & MC: Pengantin Production (kami menggunakan jasa Pengantin Production hanya untuk perencanaan dan pelaksanaan saat hari H, tapi untuk rias, dekor, dan katering dipilih dan dihubungi sendiri)
– Venue resepsi: Ballroom Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta
– Foto & video: Kencana Art Photography

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s