Toddler-Friendly Trip to Hong Kong (DAY 1-3)


DSCF7701-sm

Akhirnya, akhirnya, akhirnya… setelah tertunda berbulan-bulan, tulisan tentang perjalanan kami ke Hong Kong bisa dipublish juga di blog. Sebelumnya aku sempat menulis di Instagram, tapi rasanya belum lengkap kalau belum ‘diabadikan’ di blog. Siapa tau juga bisa membantu teman-teman yang perlu itinerary perjalanan yang toddler-friendly tapi tetap menyenangkan untuk mama papanya.

DAY 1

Kami berangkat ke Hong Kong dari Bali dengan Garuda Indonesia pertengahan April lalu. Setelah Amanda nabung setiap hari dan nggak beli mainan selama sebula, plus ada drama paspor yang bikin galau 7 hari 7 malam, rasanya senang dan lega banget bisa sampai di Hong Kong. Setibanya di Hong Kong International Airport, kami naik taksi menuju The Kimberley Hotel di Tsim Sha Tsui. Biaya taksinya cukup mahal, HKD 298—termasuk biaya bagasi yang dihitung per koper, tapi sangat nyaman buat kami daripada harus naik turun MTR bawa-bawa 6 koper besar plus stroller. (Perlu diketahui bahwa kami pergi berenam, 5 orang dewasa dan 1 batita. Koper keluarga kecil kami cuma 2, sisanya punya mertua dan adik sepupu).

Tantangan selanjutnya setelah selamat sampai hotel adalah cari makanan halal. Semua teman dan keluarga yang sudah pernah ke HK bilang katanya resto halal di sini susah banget, alhasil ada yang makan Popmie melulu, bawa rice cooker dan makanan kering dari rumah, sampai yang tiap hari makannya cuma KFC sama roti Starbucks. Berbekal pengetahuan itu, aku memutuskan untuk bawa bekal sereal, susu, oatmeal, Popmie, dan abon bayi. Sedangkan mama mertua sudah siap dengan rice cooker dan segala jenis makanan kering untuk kondisi darurat, tapi aku dan suami tetap sebisa mungkin berusaha cari makanan fresh yang halal dan (yang terpenting) ada nasinya untuk Amanda. Alhamdulillah ketemu resto New Istanbul Kebab yang masih dijangkau dengan jalan kaki dari hotel dan rasa makanannya mantap! Harganya berkisar HKD 88-98 per porsi (belum termasuk minum), tapi porsinya cukup besar jadi kalau yang makannya nggak banyak atau emang mau irit bisa lah sepiring berdua. Selesai makan, kami mampir ke mall The One, 7-Eleven, dan Sasa yang searah jalan kembali ke hotel. Untuk hotelnya sendiri aku nggak ada komplain, harganya termasuk menengah, lokasinya sangat strategis, kamarnya cukup bersih (walaupun kecil) dan servicenya juga oke.

DAY 2

Seperti yang sudah direncanakan, di hari kedua kami pergi ke Disneyland. Karena tujuan utamaku dan suami ke Hong Kong ini memang mau nyenengin Amanda, kami beli tiket untuk 2 hari supaya anaknya bener-bener puas. Tiket bisa dibeli di official website Disneyland Hong Kong, Klook atau Traveloka, tapi biasanya tiap web punya promo yang berbeda untuk tanggal tertentu.

DSCF7773-sm

DSCF7767-sm

Karena Disneyland letaknya di Lantau Island yang cukup jauh dari hotel, kami memutuskan untuk naik MTR dari stasiun Tsim Sha Tsui. Dari Tsim Sha Tsui ke stasiun Disneyland Resort ini perlu ganti kereta 2 kali, pertama di stasiun Lai King lalu di stasiun Sunny Bay (kereta dari Sunny Bay ke Disneyland penuh dekorasi berbau Disney, jendelanya pun bentuk kepala Mickey, anak-anak pasti senang!). Nggak perlu khawatir bingung karena info rute dan petunjuk di stasiun MTR-nya cukup mudah dimengerti untuk first-timer seperti kami. Bisa download aplikasi MTR atau berbekal peta untuk semakin memudahkan. Tapi memang mesti siap tenaga bagi yang bawa stroller untuk ngangkat stroller di eskalator (kalau malas naik lift) dan agak lari-lari saat pindah kereta.

Sesampainya di Disneyland, jangan tanya lagi ya! Anak sama mamanya sama-sama bahagia! Bener deh kalau orang bilang Disneyland ini the happiest place on earth. Untuk memudahkan selama di sana, bisa download aplikasi Disneyland HK untuk lihat peta, waktu antrean di setiap permainan, dan jadwal parade atau info wahana atau resto apa yang tutup. Penting juga buka websitenya bagi yang anak-anaknya pengen ketemu karakter Disney, karena di web ada jadwal dan lokasi si tokoh ini mangkal.

Makannya gimana? Pagi kami sarapan di hotel, lalu ngemil waffle bentuk kepala Mickey di salah satu gerai di Main Street U.S.A. (halal), dan makan siang di Explorer’s Club Restaurant yang juga menyajikan makanan halal dan toddler-friendly. Bahkan ada Indonesian food segala, tapi jangan terlalu berharap sama rasa makanannya ya, karena jauh lebih enak rasanya kalau beli nasi goreng di bakul nasgor keliling. Hihihi… Mushola juga ada, tapi mungkin harus jaga-jaga bawa mukena sendiri ya.

Cerita di Disneyland belum lengkap nih, karena kami cuma sampai jam 5 sore aja. Masih banyak ketinggalan ketemu karakter dan nonton parade juga akibat rombongan kami kurang efisien. Jadi kami memutuskan untuk pergi ke Disneyland lagi bertiga aja di hari ke-6.

DSCF7898-sm

DSCF7909-sm

Lalu Amanda reaksinya gimana? Alhamdulillah senang banget! Dia bener-bener sudah nabung selama sebulan, nggak minta beli mainan demi bisa belanja di Disneyland. Plus dapat tambahan uang saku dari eyang kung dan eyang bundanya, jadi aku bener-bener bebasin dia mau ngapain dan beli apa aja di Disneyland (selama masih masuk akal tentunya). Nggak ada yang lebih menyenangkan buatku selain lihat Amanda kegirangan ketemu Moana dan Sofia, lalu penuh semangat narik-narik tas belanja ke sana kemari dan milih-milih mainan sendiri.

Orang bilang percuma ngajak anak traveling ke tempat yang dia suka di usia terlalu kecil karena anaknya nggak bakalan ingat? Nggak masalah! Yang penting SEKARANG anaknya happy, insya Allah ada rezeki lain untuk nyenengin anak lagi kalau dia sudah gede nanti.

Nah, sepulang dari Disneyland ini take away makan malam dari KFC Cameron Road yang lokasinya cukup dekat dari hotel. Tapi entah kenapa kami nggak lihat ada menu nasi putih, jadi akhirnya mama mertua mengeluarkan rice cooker andalan dan kami pun bisa makan nasi ayam KFC seperti biasa. Dasar orang Indonesia hihihi…

DAY 3

Hari ini kami kembali ke Lantau Island demi naik Ngong Ping Cable Car dan mendatangi Citygate Outlets yang konon katanya terkenal banget di kalangan pemburu diskon. Cable car-nya ya gitu, ngeri-ngeri sedap, tinggi banget dan lintas lautan. Tambah ngeri karena kami naik crystal cabin alias kabin yang bagian bawahnya kaca. Pemandangannya emang bagus banget, tapi hanya direkomendasikan buat teman-teman yang emang suka berpetualang di ketinggian. Pastikan juga udah beli tiket dulu ya sebelum sampai sana (misalnya via aplikasi Klook), kalau nggak antre beli tiketnya bisa 1-2 jam sendiri.

Nah, kalau di Citygate Outlets yang perlu dikekepin adalah dompet Anda, biar nggak kalap lihat tulisan SALE di mana-mana! Kalau kita pinter dan jeli milihnya, bisa dapat barang yang oke dengan harga jauh lebih murah dari di Indonesia. Hihihi…

DSCF8049-sm

DSCF8130-sm

Cerita serunya hari ke-4 sampai 6 disambung di post berikutnya ya…

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s