Kata Kota Kita

kata kota kita.indd  AYU - KKK

Sinopsis

Dalam Kata Kota Kita, kita dibawa singgah dari Central Park di New York, purnama di Ankara, kemacetan di Jakarta, hingga indahnya Pantai Ora di Ambon. Dan seusai penjelajahan, kita dibuat tersenyum dan menyadari betapa kayanya kita sebagai manusia.

Kota-kota dalam kumpulan cerpen ini memberikan suaranya, menguarkan aroma, dan menunjukkan pemandangan yang ditulis dengan beragam tema, ditulis dengan beraneka gaya, mulai dari yang lincah ala MetroPop hingga mencekam ala novel horor.

Tujuh belas cerpen mengenai kota-kota yang berbeda ini menyajikan senyap dan riuh, tawa dan tangis, cinta dan kehilangan… Dan pada akhirnya membawa kita menuju kota yang menjadi tujuan pulang.

Continue reading

The Legend & The Prodigy

“Day,” I say, carefully choosing what my final words to him should be. “It has been such a privilege and honor to fight by your side. You’ve saved many more of us than you’ll ever know.” For a small moment, I fix my eyes on his, telling him silently everything that I’ll never say to him aloud. “Thank you,” I whisper. “For everything.”

(June Iparis on Champion)

Legend series

WOW.
Sepenuh hati wow.

Continue reading

Love in The End

Love-Never-Fails

Kim Sung-Jae memandangi ponselnya dengan tatapan tak percaya. Pikirannya mendadak keruh. Beberapa detik yang lalu ia baru saja mendengarkan laki-laki brengsek itu bicara, nadanya tenang namun penuh ancaman. Mengulang kembali tentang balapan terakhir yang merenggut nyawa kekasihnya. Mengulang kembali soal pembalasan. Soal kekejaman yang bisa dilakukannya untuk membuat Sung-Jae sangat menderita. Lalu ada suara gadis itu. Tidak berteriak, hanya mengucapkan peringatan agar Sung-Jae tidak datang, dan membisikkan kata-katanya yang terakhir.

“Aku mencintaimu, Sung-Jae ya.”

Suaranya yang lirih terus bergema di telinga Sung-Jae, tanpa henti, seolah ingin beradu dengan dentaman jantungnya yang kelewat nyaring. Ada sekelumit rasa was-was yang merayapi tubuhnya, namun hatinya justru diliputi tekad untuk bergerak. Sung-Jae harus melihat gadis itu lagi. Mendengarnya sekali lagi, mengulang kata cinta yang tak pernah diucapkannya dalam situasi lain. Mungkin kali ini ia tahu waktunya tak lagi banyak. Mungkin ia tahu Sung-Jae tidak akan bisa menolongnya sendirian, tanpa teman dan segerombolan tukang pukul seperti yang selalu berdiri di belakang punggung laki-laki brengsek itu.

Mungkin ia tahu Sung-Jae akan gagal.

Tapi paling tidak, ia juga tahu bahwa Sung-Jae pernah mencoba.

Continue reading

Teater Boneka

Kalau di Path, Twitter atau Instagram postingan ini harusnya dikasih tagar #latepost :D Tapi nggak apa-apa ya, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali!

Teater-Boneka

Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah.

Sekali ini, lagi, aku nggak bisa berhenti mengucap syukur atas kelahiran ‘anak’ keduaku: Teater Boneka! Novel yang merupakan hasil dari gojlokan selama karantina Gramedia Writing Project ini aku tulis bareng Emilya Kusnaidi (Meme) dan Kak Orinthia Lee, dua teman berbakat yang juga sama beruntungnya denganku bisa mengusung genre Metropop untuk Penerbit Gramedia Pustaka Utama.

Continue reading

There’s Something Between Us

TSBU-sm

Merinding semerinding-merindingnya. Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah.

Akhirnya, anak pertamaku tersayang, There’s Something Between Us, berhasil duduk manis di salah satu rak berlabel Novel Pilihan di Gramedia Plaza Ambarrukmo. Akhirnya, impianku sejak kelas 6 SD akhirnya tercapai hari ini, bisa kirim foto ke grup WhatsApp keluarga dan bilang, “Bapak, Ibu, novel anakmu sudah terbit di toko buku.” yang diteruskan ucapan syukur tak berkesudahan dari Bapak dan Ibu. Bapak bahkan langsung berangkat ke Gramedia untuk membuktikan sendiri kalau TSBU bener-bener sudah ada di sana :’)

Continue reading