After… [EPILOGUE]

Piggy Back

Musim semi. Seoul, 2013.

“Daaaaaaan… keesokan paginya dia muncul begitu saja, seolah tidak terjadi apa-apa dan akhirnya mengatakan kalauuuuuuu… ciuman semalam itu bagian dari ‘misi’!” Arlene berseru keras-keras, nyaris berteriak, seraya membanting gelasnya di atas meja bar.

Sementara Han Gi-Jun, si pendengar setia, langsung mengerutkan kening. “Hanya ‘misi’?”

“Bahkan dengan santainya dia menunjukkan padaku Mission Card sialan itu, yang isinya tantangan untuk menciumku saat matahari terbenam!” tukas Arlene sambil menunjuk-nunjuk ke udara, seolah Mission Card yang dimaksudnya benar-benar ada di sana.

Continue reading

Advertisements

After… [CHAPTER 8]

Last chapter! Setelah itu epilog, lalu selesai! Sedikit meleset dari perkiraan karena di awal aku menjanjikan maksimal 5 chapter. Tapi bisa apa sih penulis yang lemah ini kalau ide-ide mengalir teruuus dan nggak bisa berhenti? Hihihi! :D Selamat geregetan dengan chapter yang satu ini, readers! Feel free to drop your comments ;)

beach-boy-couple-girl-Favim.com-726848 (1)

Musim hujan. Bali, 2013.

“Aigoo! Menerbangkan layang-layang ternyata melelahkan sekali!” Arlene mendengus sambil merebahkan punggungnya di atas pasir pantai yang putih bersih.

Sudah satu setengah jam ia dan Kevin berada di private beach yang indah ini, tapi bukannya bermain air atau berjemur, mereka sibuk menyelesaikan ‘misi’ menerbangkan layang-layang yang sudah ditulisi “pesan cinta” untuk satu sama lain. Kevin yang lahir dan besar di Amerika tidak terlalu familiar dengan layang-layang, sementara Arlene sejak kecil kerjanya hanya menonton Han Gi-Jun bermain, sama sekali tidak pernah mencoba sendiri menerbangkannya. Akhirnya, mereka harus mencoba berkali-kali sebelum benda itu benar-benar bisa terbang.

Continue reading

After… [CHAPTER 7]

Bungee Jumping

Musim hujan. Bali, 2013.

Arlene bisa merasakan Kevin Lee mempererat genggaman tangannya ketika keduanya berdiri di ujung papan bungee jumping. Hari kedua di Bali dan mereka sudah harus menghadapi ‘misi’ yang kedua: saling meneriakkan  ‘I love you’ saat terjun dari ketinggian 40 meter.

“Tidak bisakah mereka memberi misi yang lain saja?” desis Arlene yang langsung berubah pucat ketika menerima Mission Card kedua pagi ini.

“Kenapa?” Kevin menoleh untuk menemukan mata gelap Arlene.

Continue reading

After… [CHAPTER 6]

alilahotels()com

Musim hujan. Bali, 2013.

“Ini… Mission Card?” Arlene mendongak dari kertas yang dipegangnya dan menatap Lee Min-Sun, manajernya.

Kertas berwarna kuning gading itu sudah tergeletak di atas tempat tidur Arlene yang berukuran king size, bahkan sebelum ia menginjakkan kaki di kamar tempatnya menginap selama berada di Bali. Di dalamnya tertulis lima kalimat singkat, instruksi untuk ‘misi’ pertama Arlene: belajar membuat dessert khas Bali bersama koki hotel.

Selama 8 bulan bergabung dalam show ini, Arlene memang sudah belasan kali mendapat Mission Card dengan bermacam misi yang sederhana seperti memilihkan kado ulang tahun untuk Sarah, adik bungsu Kevin yang tinggal di Los Angeles, hingga misi yang paling tidak masuk akal sekalipun: melakukan lemparan pembuka untuk pertandingan baseball yang disaksikan 20.000 orang –sementara Arlene sama sekali tidak tahu caranya melempar!– dan proyek Special Stage yang menguras tenaga akhir tahun lalu.

Continue reading

After… [CHAPTER 5]

travel(msn(co(nz

Musim semi. Seoul, 2013.

“Bali?”

Arlene dan Kevin berseru nyaris bersamaan, tiga detik setelah membuka amplop putih yang disodorkan Park Young-Jae. Sementara semua kamera mengarah ke wajah keduanya, tak mau ketinggalan merekam tiap reaksi yang muncul.

“Hyong, ini bukan lelucon, kan?” tanya Kevin sembari melambaikan dua lembar tiket pesawat ke Pulau Bali, Indonesia, satu untuknya dan satu untuk Arlene.

“Tentu saja bukan,” sahut sang manajer. “Itu hadiah dari MBC untuk kalian berdua.”

Continue reading

After… [CHAPTER 4]

kibecy

Musim dingin. Seoul, 2013.

“Hari ini dia memelukku, lagi.” Arlene mengucapkan kalimatnya sambil mendengus. Seolah pelukan yang dibicarakannya itu adalah hal paling menyebalkan di dunia.

“Oh, ya?” Han Gi-Jun mendongak dari minuman yang sedang dibuatnya.

“Setelah kami turun dari panggung Special Stage yang membuatku nyaris gila itu,” sahut Arlene.

“Dia memeluk Noona setelah turun dari panggung, seperti adegan-adegan dalam drama itu?” Gi-Jun menatap gadis di hadapannya sambil tersenyum menggoda. Namun Arlene justru tampak semakin muram.

Continue reading

After… [CHAPTER 3]

Listening to : 2PM – Suddenly (문득)

Why won’t my heart listen to me?
내 가슴은 왜 내 말을 듣지 않아

soju(httpphilly-dot-thedrinknation-dot-com)

Musim dingin. Seoul, 2012.

“Daaaan… tiba-tiba saja pagi ini dia memintaku memanggilnya ‘Oppa’!” seru Arlene sembari meletakkan gelasnya asal-asalan di atas meja bar. Sementara Han Gi-Jun menatapnya dengan mata melebar.

“Di depan kamera?” tanyanya.

“Yah, Gi-Jun ah, kenapa masih bertanya lagi? Tentu saja di depan kamera, memangnya kau pikir…”

Continue reading