After #4

kibecy

Musim dingin. Seoul, 2013.

“Hari ini dia memelukku, lagi.” Arlene mengucapkan kalimatnya sambil mendengus. Seolah pelukan yang dibicarakannya itu adalah hal paling menyebalkan di dunia.

“Oh, ya?” Han Gi-Jun mendongak dari minuman yang sedang dibuatnya.

“Setelah kami turun dari panggung Special Stage yang membuatku nyaris gila itu,” sahut Arlene.

“Dia memeluk Noona setelah turun dari panggung, seperti adegan-adegan dalam drama itu?” Gi-Jun menatap gadis di hadapannya sambil tersenyum menggoda. Namun Arlene justru tampak semakin muram.

Continue reading “After #4”

Advertisements

After #3

Listening to : 2PM – Suddenly (문득)

Why won’t my heart listen to me?
내 가슴은 왜 내 말을 듣지 않아

soju(httpphilly-dot-thedrinknation-dot-com)

Musim dingin. Seoul, 2012.

“Daaaan… tiba-tiba saja pagi ini dia memintaku memanggilnya ‘Oppa’!” seru Arlene sembari meletakkan gelasnya asal-asalan di atas meja bar. Sementara Han Gi-Jun menatapnya dengan mata melebar.

“Di depan kamera?” tanyanya.

“Yah, Gi-Jun ah, kenapa masih bertanya lagi? Tentu saja di depan kamera, memangnya kau pikir…”

Continue reading “After #3”

After #2

danceforreal-tumblr-edit

Musim dingin. Seoul, 2012.

 “Special Stage?” Kening Han Gi-Jun berkerut sementara kedua tangannya sibuk mengeringkan gelas-gelas wine dengan kain putih bersih.

“Ya, Special Stage,” sahut Arlene. “Kami harus menampilkan kolaborasi selama 3 menit di panggung MBC Music Show edisi spesial akhir tahun. Aku akan menyanyi sedikit, kemudian kami berdua akan menari, dan akan ada gerakan akrobatik. Kau tahu akrobat…”

“Aku tidak pernah tahu Noona bisa menari, apalagi akrobat,” potong Gi-Jun, keheranan.

“Aku memang tidak pernah bisa.” Arlene mengambil jeda untuk menyesap minumannya. “Kevin ssi dan beberapa koreografer yang mengajariku.”

Continue reading “After #2”

After #1

Akhirnya, akhirnya, akhirnya bumi dan langit kembali mengalirkan inspirasi pada otakku yang membeku selama 4 bulan! :D Tulisan ini tadinya direncanakan sebagai oneshot alias cerita pendek. Tapi tentu saja gagal dan akhirnya berkembang jadi two, three, four, five… semoga aja nggak lebih dari 5 chapter pendek ya, semoga. Plotnya ditulis di suatu hari yang panas, sambil guling-gulingan di tempat tidur karena hari itu aku harus bedrest demi menyembuhkan asma yang kambuh. Inspirasinya? Our favourite K-Pop variety show ever: We Got Married! Enjoy reading and feel free to drop your comment!

Holding hands

Musim dingin. Seoul, 2012.

Arlene memandangi layar ponselnya dengan kedua alis bertaut. Lima belas detik. Tiga puluh detik. Satu menit… benda itu sama sekali tak bergeming. Tidak ada tanda SMS masuk, tidak ada pesan KakaoTalk, tidak ada pesan Line, apalagi telepon.

Continue reading “After #1”