Selamat Datang, Amanda!

amanda1+credit

Halo! Akhirnyaaa aku berhasil curi-curi waktu untuk ngeblog lagi, setelah selamat melewati persalinan dan minggu-minggu pertama menjadi ibu yang kata orang beraaaat banget itu. Apa bener segitu beratnya? Hohoho, nanti ya jawabnya. Kita mulai ceritanya dari H-1 kelahiran si mungil dulu!

16 Agustus 2015
Seperti yang pernah kutulis dalam pregnancy post terakhirku, bahwa aku akhirnya terpaksa menjalani operasi caesar karena 2 alasan: plasenta previa parsial alias posisi plasenta yang separuh menutupi jalan lahir, dan kondisi retina kananku yang rapuh sehingga aku, suami, dan seluruh keluarga memutuskan untuk ‘nggak coba-coba’ meski misalnya letak plasentaku sudah bergeser waktu itu. Dokter kandunganku, dr. Nurhadi Rahman, Sp.OG alias dr. Adi memberi ancer-ancer tanggal lahiran di minggu ke 38 yaitu mulai tanggal 17 sampai 23 Agustus 2015. “Ya milih aja, nanti kabarin saya,” kata beliau. Akhirnya setelah berdiskusi panjang dengan suami, kami memutuskan untuk melahirkan si kecil dalam perut tanggal 17 Agustus, BUKAN karena hari kemerdekaan atau supaya dapet hadiah dari Pak Presiden, tapi karena 1) supaya tanggal lahirnya 17, sama seperti papanya, 2) tanggal baik menurut suamiku karena tanggal 1+7=8, bulan 8, tahun 2+0+1+5=8 juga, mengandung doa supaya rezeki anak kami mengalir dan nggak putus seperti angka 8 (amin!), dan 3) ambil tanggal paling awal supaya aku nggak perlu mengalami kontraksi baik yang asli maupun palsu dan flek-flek lagi.

Continue reading

Advertisements

[PREGNANCY] 37+ Weeks

“Kapal oleng, Mama!” :D

Woaaaah! Nggak terasa tiba-tiba kehamilanku sudah masuk 37 minggu dan dokter sudah menerbitkan surat rujukan untuk operasi! Sebenernya kalau dilihat lagi ke belakang sih ya nggak ‘tiba-tiba’ amat ya :D tapi semangat, rasa senang, dan deg-degannya mengalahkan keluh kesah dan semua problem yang terasa berat dari awal kehamilan.

Sejak pregnancy post-ku yang terakhir, banyak hal yang terjadi. Beberapa di antaranya cukup bikin panik, tapi alhamdulillah ketemu solusi dan berhasil diatasi.

Continue reading

[PREGNANCY] Hospital Bag Essentials

hospital bag essentials

Semoga gambar di atas bisa menjawab pertanyaan beberapa teman tentang apa aja yang kusiapkan di dalam hospital bag. Menurutku, sebenarnya isi hospital bag masing-masing orang bisa jadi berbeda, selain karena kebutuhan pribadi yang tentunya beda-beda, juga tergantung pada rumah sakit tempat kita akan melahirkan. Aku pernah baca beberapa post di blog lain, katanya ada rumah sakit yang hanya menyediakan baju dan bedong bayi tapi harus bawa popok disposable sendiri. Tapi ada juga yang menyediakan lengkap semua kebutuhan dasar bayi, bahkan sampai gurita/korset ibu dan pembalut pasca melahirkan pun sudah dapat dari rumah sakit.

Continue reading

[PREGNANCY] Baby Shopping List

hospital-bag

Halo!

Nggak terasa kehamilanku sudah masuk 36 minggu, yang artinya kalau semua sesuai rencana, insya Allah sekitar 2 minggu lagi aku dan baby A akan kopi darat! Masih galau dan rasanya belum terlalu siap menghadapi operasi cesar, tapi aku berusaha terus nih. Selain pakai jurus self-healing TAT dan berusaha mengumpulkan sebanyak mungkin info tentang prosedur operasi, ternyata yang namanya belanja, melipat, dan menata perlengkapan bayi itu sangat, sangat, sangat menghibur dan merilekskan pikiran :D Sampai post ini ditulis, rasanya aku sudah membelanjakan nyaris 95% kebutuhan dasar untuk newborn. Beberapa orang bilang agak keburu-buru (“Kenapa nggak nunggu kado aja?”), tapi memang dasarnya aku lebih suka persiapan jauh-jauh hari, terutama untuk barang-barang penting yang sekiranya harus segera masuk ke hospital bag. Kita memang berdoa agar semua sesuai rencana, tapi siapa yang tau, kan? Buatku, semakin siap, semakin tenang, semakin happy.

Continue reading

[PREGNANCY] Bedrest, Oh Bedrest…

sleepys-62

Selama kehamilan sampai usia 32 minggu ini, aku akrab sekali dengan istilah bedrest. Sejak hamil 1 bulan sudah diperintah dokter untuk bedrest sepanjang trimester 1. Bebas sedikit di bulan ke-4, lalu mendadak didiagnosa plasenta previa di bulan ke-5 dan mau nggak mau harus bedrest lagi. Sampai sekarang. Nggak total sih, karena kadang di hari-hari yang indah karena fleknya berhenti atau badanku rasanya super fit, aku masih jalan-jalan sedikit. Minimal ke dapur, maksimal ke mall :D

Continue reading

[PREGNANCY] Upacara Mitoni

Siraman Mitoni

Halo!

Kalau biasanya pregnancy post-ku ngobrolin seputar keluhan dan tips bumil, kali ini waktunya #throwback upacara Mitoni (dikenal juga dengan Tingkeban atau Tujuh Bulanan) tanggal 20 Juni 2015 lalu. Acara ini memang sejak awal kami niatkan untuk menggunakan adat istiadat Jawa lengkap lengkap-lengkapnya. Selain karena upacara Mitoni ini hanya bisa dilakukan sekali seumur hidup saat kehamilan anak pertama, kami ingin berbagi kebahagiaan dan rasa syukur dengan keluarga di Jogja dan tetangga sekitar rumah, sekaligus juga melestarikan dan mengenalkan kebudayaan Jawa. Menurut obrolan dengan ibu-ibu tetangga, ternyata mereka sudah lama banget nggak datang ke acara Mitoni yang tradisional seperti itu dan mengaku kangen dengan keseruannya.

Continue reading