Soul on the Beach, Sanur

IMG_3814-edt

Bagi kami yang tinggal di desa dan cuma punya kesempatan jalan-jalan setiap weekend (dan biasanya cuma ke mall lagi, ke mall lagi), kedatangan keluarga dari luar kota seringkali jadi angin segar karena 1) ada alasan untuk ikutan nginep di hotel dan 2) jadi bisa ‘jalan-jalan ke Bali’ mengunjungi tempat-tempat keren kaya anak gaul Instagram :D

Seperti minggu ini, kami kedatangan bapak ibu dari Jogja dan sukses mendatangi beberapa resto yang nggak cuma cantik difoto, tapi juga menyenangkan dan yang terpenting: makanannya enak! Salah satunya Soul on the Beach yang terletak pinggir di bibir Pantai Sindhu, Sanur. Aku nemu resto ini tanpa sengaja dan nggak punya ekspektasi terlalu tinggi saat datang ke sana, tapi ternyata tempatnya oke banget! Restonya nggak terlalu besar sebenarnya, tapi konsep interiornya kuat dan atmosfernya sangat menyenangkan, bikin pengen leyeh-leyeh di sana seharian.

Continue reading “Soul on the Beach, Sanur”

Advertisements

Resolusi Tahun Baru

IMG_8442web

Sudah lama sekali rasanya aku nggak bikin resolusi tahun baru. Padahal dulu waktu masih remaja paling rajin tuh, sampai ditulis di diary segala. Bukan cuma satu resolusi, tapi banyak! Walaupun yang bener-bener dilakukan ya paling cuma dua sih hehe…

Menyambut tahun 2018 ini, aku cuma punya satu resolusi. Sederhana, tapi sulit untuk dilakukan, yaitu: mengajarkan Amanda (dan diriku sendiri, bahkan suami juga kalau bisa) supaya nggak jadi orang berpikiran sempit yang mengotak-kotakkan sesama manusia berdasarkan Suku, Agama, dan Ras.

Continue reading “Resolusi Tahun Baru”

Bangga Menjadi Ibu

IMG_8089web

Selamat Hari Ibu!

Tahun ini adalah Hari Ibu ketigaku. Banyak hal yang sudah dilewati selama menjadi ibu, susah senang, sedih bahagia, tangis tawa, bahkan sering marah-marah juga… tapi aku sangat menikmati seluruh proses yang kata orang merupakan proses pembelajaran seumur hidup ini.

Memperingati Hari Ibu tahun ini, aku ingin mengajak semua teman-teman sesama ibu muda untuk mengapresiasi diri sendiri. Selama ini mungkin kita terlalu asyik mengawasi pertumbuhan anak, sangat bangga melihat perkembangan anak yang luar biasa sampai lupa bahwa kita juga harus bangga terhadap diri sendiri. Kita semua memang masih belajar, belum sempurna dan sepenuhnya baik, tetapi proses ‘menjadi ibu’ itu sama sekali bukan perkara mudah. Itu sebabnya kita harus selalu menghargai jerih payah dan usaha diri sendiri, bukan untuk pamer dan membandingkan siapa yang paling hebat, tapi agar terus punya kekuatan dan semangat untuk belajar menjadi ibu yang semakin baik lagi. Ini dia beberapa hal yang paling membanggakan buatku sebagai seorang ibu:

Continue reading “Bangga Menjadi Ibu”

[BABY] Skin Care Products For Sensitive Skin

BBSensitiveSkin.jpg

Hai, I’m finally back to the blog, setelah serangkaian keriweuhan pindahan (from Bandar Lampung to Bali), kejar setoran revisi novel, dan banyak alasan lainnya :D Nggak terasa, saat ini usia Amanda sudah 20 bulan. Sudah masuk kategori toddler alias batita yang makin macem-macem tingkah polahnya. Tapi kali ini aku bukan mau bahas tentang perkembangan Amanda, melainkan tentang problem kulitnya yang sensitif.

Sebenarnya aku sudah lama kepingin nulis tentang ini, karena banyak banget ibu-ibu yang DM aku di Instagram dan tanya via Whatsapp atau LINE tentang produk-produk untuk kulit anak yang sensitif. Dulu memang aku sudah pernah cerita bahwa Amanda punya kulit yang sangat sensitif. Bahkan sejak 3 bulan pertama, kulitnya banyak mengalami ini-itu yang cukup bikin mamanya stres. Mulai dari wajah bruntusan parah sampai kulitnya menebal seperti bekas gosong, biang keringat, kulit kepala mengelupas, sampai ruam popok. Sampai sekarang pun rasanya masih adaaa aja masalah kulit yang muncul, menantang ‘kreatifitas’ dan kejelianku dalam mencari pemicu dan obatnya.

Continue reading “[BABY] Skin Care Products For Sensitive Skin”

[BABY] Tedak Siten

Tedak-Siten-Amanda-3

“Time flies when you have kids, they grow up TOO fast!”

Bener banget deh, rasanya baru kemarin sanggulan untuk upacara Mitoni alias tujuh bulanan si calon bayi di perut, tiba-tiba tanggal 16 Juli 2016 lalu aku sudah harus sanggulan dan jarikan lagi untuk upacara Tedak Siten Amanda. Tedak Siten atau upacara turun tanah adalah upacara tradisional Jawa yang yang merupakan perlambang kemandirian dan kesiapan anak dalam menghadapi kehidupan.

Seperti upacara Mitoni, upacara Tedak Siten ini juga sudah termasuk langka karena (katanya) banyak orang tua muda yang malas repot. Tapi aku dan suami, didukung bapak ibu, memang sudah niat mengadakan upacara lengkap untuk anak pertama kami. Selain melestarikan adat Jawa, upacara semacam ini mengandung doa yang baik untuk anak, jadi nggak ada salahnya, kan?

Continue reading “[BABY] Tedak Siten”