[BABY] 4 & 5 Months

AmandaandMama13

Time surely flies! Rasanya baru kemarin Amanda lahir, tiba-tiba sekarang sudah genap 6 bulan. Rasanya kemarin dia cuma bisa tidur terlentang dan noleh kanan-kiri, tiba-tiba sudah belajar duduk dan mulai makan. Rasanya baru kemarin aku kebingungan dan stres berat mengurus bayi (dengan kondisi suami jauh, tanpa baby sitter dan ART yang menginap!), tiba-tiba sekarang sudah jauh lebih santai dan bisa mengurus keperluan Amanda sambil setengah tidur :))

Di bulan ke-4 dan 5 ini banyak sekali milestones yang sudah berhasil dicapai Amanda, yang sampai sekarang masih sering bikin aku takjub dan bangga. Bayi kecilku sekarang sudah besar!

Continue reading “[BABY] 4 & 5 Months”

[BABY] Scott’s Emulsion Ku Tumbuh Besar

amanda+scotts-2

Sebagai ibu newbie, aku banyak berkaca pada pengalaman masa kecilku dalam memilih produk-produk kebutuhan Amanda. Mulai dari merk baju bayi, sapu tangan bayi, merk baby oil, sampai perencanaan asupan makanan dan suplemen untuk pelengkap nutrisi Amanda nantinya.

Untuk yang terakhir ini aku bakal jadi amat sangat pemilih, karena sejak Amanda masih di dalam perut aja aku sudah sangat picky memilih suplemen yang masuk ke tubuhku, yang nantinya bakal diserap juga oleh bayi dalam kandunganku. Apalagi sekarang setelah dia lahir, aku hanya mau memberikan yang terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Meski belum bisa dikonsumsi sekarang, tapi sudah ada satu brand yang sudah masuk daftar suplemen yang bakal kupercaya untuk mendukung pertumbuhan Amanda: Scott’s Emulsion.

Continue reading “[BABY] Scott’s Emulsion Ku Tumbuh Besar”

[BABY] Merahlah Pipinya

Soleram, soleram
Soleram anak yang manis
Anak manis janganlah dicium, Sayang
Kalau dicium merahlah pipinya

Aku sudah familier dengan lagu Soleram itu sejak kecil, tapi baru betul-betul menghayati liriknya belakangan ini. Dulu kupikir si Soleram ini pipinya merah karena malu kali ya kalau dicium. Tapi nggak pernah terpikir kalau ternyata pipi anak bisa beneran merah (bukan memerah) karena bakteri/virus yang ditularkan lewat cium-cium gemes dari orang-orang.

Bermula dari postingan Instagram dari blogger favoritku, Andra Alodita, yang mengingatkan tentang pentingnya para ibu untuk tidak membiarkan sembarang orang memegang/menggendong/mencium anak kita, meskipun itu keluarga sendiri, berkaca pada kejadian yang menimpa bayi Claire Henderson yang sampai terkena herpes oral karena sering dicium-cium orang. Awalnya sih aku cuma “Iya ya, ngeri juga ya!” tapi tekadku masih separuh-separuh untuk tegas membatasi orang lain memegang/mencium Amanda. Separuhnya didominasi perasaan galau gimana dong nanti ngomong ngelarangnya, dst dst. Apalagi kalau yang pengen gendong itu saudara sendiri, kan nggak enak (dasar orang Endonesa!).

Sampai akhirnya… Amanda mengalami sendiri :(

Continue reading “[BABY] Merahlah Pipinya”

[BABY] Her Fourth Trimester

Amanda40hrPINK+credit-15x15cm.jpg

Nggak terasa bayi kecilku sekarang sudah genap 3 bulan! Sudah tambah besar dan panjang (bye bye baju newborn!), sudah makin banyak akalnya, sudah macam-macam ekspresi wajah dan suaranya, dan sudah lulus dari trimester ke-4 versi dr. Karp! Alhamdulillah…

Bicara soal trimester ke-4, istilah ini aku dapat dari artikel Are Babies Born Too Early?” di web Colic Calm. Menurut dr. Harvey Karp, bayi manusia itu lahir 3 bulan alias 1 trimester lebih cepat! Jadi 3 bulan pertama hidupnya disebut trimester ke-4. Baca lengkapnya di Colic Calm atau di sini ya.

Continue reading “[BABY] Her Fourth Trimester”

Selamat Datang, Amanda!

amanda1+credit

Halo! Akhirnyaaa aku berhasil curi-curi waktu untuk ngeblog lagi, setelah selamat melewati persalinan dan minggu-minggu pertama menjadi ibu yang kata orang beraaaat banget itu. Apa bener segitu beratnya? Hohoho, nanti ya jawabnya. Kita mulai ceritanya dari H-1 kelahiran si mungil dulu!

16 Agustus 2015
Seperti yang pernah kutulis dalam pregnancy post terakhirku, bahwa aku akhirnya terpaksa menjalani operasi caesar karena 2 alasan: plasenta previa parsial alias posisi plasenta yang separuh menutupi jalan lahir, dan kondisi retina kananku yang rapuh sehingga aku, suami, dan seluruh keluarga memutuskan untuk ‘nggak coba-coba’ meski misalnya letak plasentaku sudah bergeser waktu itu. Dokter kandunganku, dr. Nurhadi Rahman, Sp.OG alias dr. Adi memberi ancer-ancer tanggal lahiran di minggu ke 38 yaitu mulai tanggal 17 sampai 23 Agustus 2015. “Ya milih aja, nanti kabarin saya,” kata beliau. Akhirnya setelah berdiskusi panjang dengan suami, kami memutuskan untuk melahirkan si kecil dalam perut tanggal 17 Agustus, BUKAN karena hari kemerdekaan atau supaya dapet hadiah dari Pak Presiden, tapi karena 1) supaya tanggal lahirnya 17, sama seperti papanya, 2) tanggal baik menurut suamiku karena tanggal 1+7=8, bulan 8, tahun 2+0+1+5=8 juga, mengandung doa supaya rezeki anak kami mengalir dan nggak putus seperti angka 8 (amin!), dan 3) ambil tanggal paling awal supaya aku nggak perlu mengalami kontraksi baik yang asli maupun palsu dan flek-flek lagi.

Continue reading “Selamat Datang, Amanda!”

[PREGNANCY] 37+ Weeks

“Kapal oleng, Mama!” :D

Woaaaah! Nggak terasa tiba-tiba kehamilanku sudah masuk 37 minggu dan dokter sudah menerbitkan surat rujukan untuk operasi! Sebenernya kalau dilihat lagi ke belakang sih ya nggak ‘tiba-tiba’ amat ya :D tapi semangat, rasa senang, dan deg-degannya mengalahkan keluh kesah dan semua problem yang terasa berat dari awal kehamilan.

Sejak pregnancy post-ku yang terakhir, banyak hal yang terjadi. Beberapa di antaranya cukup bikin panik, tapi alhamdulillah ketemu solusi dan berhasil diatasi.

Continue reading “[PREGNANCY] 37+ Weeks”