Tentang That Summer

IMG_7374web

Bulan Agustus 2017 lalu jadi salah satu bulan paling bahagia buatku, karena akhirnyaaaa naskah yang sudah terpendam begitu lama pun terbit juga! Judulnya That Summer, terbitan Gramedia Pustaka Utama, menceritakan tentang dua orang bernama Ethan Zhang dan Julia Harper yang sama-sama memiliki mimpi buruk masa lalu. Mereka tidak sengaja bertemu dan ternyata justru bisa saling menyembuhkan. Sinopsis lengkapnya bisa diintip di sini.

Terbitnya That Summer ini jadi semakin istimewa karena dibarengi dengan peluncuran produk official merchandise That Summer, hasil kerjasamaku dengan Oh My Dear Paper, brand lokal produsen artsy goods milik Mbak Prieska Subagio. Melalui tangan berbakat Mbak Prieska, lahir 3 jenis merchandise berupa handpainted silk scarf, mini scarf, dan notebook. Semuanya bergambar burung Phoenix—seperti tato yang ada di pergelangan tangan Julia dan gambar di scarf yang pemberian Ethan—yang merupkan simbol “kelahiran kembali” Julia Harper setelah bangkit dari masa lalunya yang buruk. Merchandise That Summer X Prieska Subagio bisa langsung dipesan melalui Instagram @ohmydearpaper.

Continue reading “Tentang That Summer”

Kata Kota Kita

kata kota kita.indd  AYU - KKK

Sinopsis

Dalam Kata Kota Kita, kita dibawa singgah dari Central Park di New York, purnama di Ankara, kemacetan di Jakarta, hingga indahnya Pantai Ora di Ambon. Dan seusai penjelajahan, kita dibuat tersenyum dan menyadari betapa kayanya kita sebagai manusia.

Kota-kota dalam kumpulan cerpen ini memberikan suaranya, menguarkan aroma, dan menunjukkan pemandangan yang ditulis dengan beragam tema, ditulis dengan beraneka gaya, mulai dari yang lincah ala MetroPop hingga mencekam ala novel horor.

Tujuh belas cerpen mengenai kota-kota yang berbeda ini menyajikan senyap dan riuh, tawa dan tangis, cinta dan kehilangan… Dan pada akhirnya membawa kita menuju kota yang menjadi tujuan pulang.

Continue reading “Kata Kota Kita”

Teater Boneka

Kalau di Path, Twitter atau Instagram postingan ini harusnya dikasih tagar #latepost :D Tapi nggak apa-apa ya, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali!

Teater-Boneka

Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah.

Sekali ini, lagi, aku nggak bisa berhenti mengucap syukur atas kelahiran ‘anak’ keduaku: Teater Boneka! Novel yang merupakan hasil dari gojlokan selama karantina Gramedia Writing Project ini aku tulis bareng Emilya Kusnaidi (Meme) dan Kak Orinthia Lee, dua teman berbakat yang juga sama beruntungnya denganku bisa mengusung genre Metropop untuk Penerbit Gramedia Pustaka Utama.

Continue reading “Teater Boneka”

“Hey, Clark,” he said.

“Hey, Clark’, he said. ‘Tell me something good’. I stared out of the window at the bright-blue Swiss sky and I told him a story of two people. Two people who shouldn’t have met, and who didn’t like each other much when they did, but who found they were the only two people in the world who could possibly have understood each other. 

drew

I drew a world for him, a world in which he was still somehow the person he had wanted to be. I drew the world he had created for me, full of wonder and possibility.”

Continue reading ““Hey, Clark,” he said.”