[BABY] Skin Care Products For Sensitive Skin

BBSensitiveSkin.jpg

Hai, I’m finally back to the blog, setelah serangkaian keriweuhan pindahan (from Bandar Lampung to Bali), kejar setoran revisi novel, dan banyak alasan lainnya :DΒ Nggak terasa, saat ini usia Amanda sudah 20 bulan. Sudah masuk kategori toddler alias batita yang makin macem-macem tingkah polahnya. Tapi kali ini aku bukan mau bahas tentang perkembangan Amanda, melainkan tentang problem kulitnya yang sensitif.

Sebenarnya aku sudah lama kepingin nulis tentang ini, karena banyak banget ibu-ibu yang DM aku di Instagram dan tanya via Whatsapp atau LINE tentang produk-produk untuk kulit anak yang sensitif. Dulu memang aku sudah pernah cerita bahwa Amanda punya kulit yang sangat sensitif. BahkanΒ sejak 3 bulan pertama, kulitnya banyak mengalami ini-itu yang cukup bikin mamanya stres. Mulai dari wajah bruntusan parah sampai kulitnya menebal seperti bekas gosong, biang keringat, kulit kepala mengelupas, sampai ruam popok. Sampai sekarang pun rasanya masih adaaa aja masalah kulit yang muncul, menantang ‘kreatifitas’ dan kejelianku dalam mencari pemicu dan obatnya.

Continue reading “[BABY] Skin Care Products For Sensitive Skin”

Advertisements

[BABY] Merahlah Pipinya

Soleram, soleram
Soleram anak yang manis
Anak manis janganlah dicium, Sayang
Kalau dicium merahlah pipinya

Aku sudah familier dengan lagu Soleram itu sejak kecil, tapi baru betul-betul menghayati liriknya belakangan ini. Dulu kupikir si Soleram ini pipinya merah karena malu kali ya kalau dicium. Tapi nggak pernah terpikir kalau ternyata pipi anak bisa beneran merah (bukan memerah) karena bakteri/virus yang ditularkan lewat cium-cium gemes dari orang-orang.

Bermula dari postingan Instagram dari blogger favoritku, Andra Alodita, yang mengingatkan tentang pentingnya para ibu untuk tidak membiarkan sembarang orang memegang/menggendong/mencium anak kita, meskipun itu keluarga sendiri, berkaca pada kejadian yang menimpa bayi Claire Henderson yang sampai terkena herpes oral karena sering dicium-cium orang. Awalnya sih aku cuma “Iya ya, ngeri juga ya!” tapi tekadku masih separuh-separuh untuk tegas membatasi orang lain memegang/mencium Amanda. Separuhnya didominasi perasaan galau gimana dong nanti ngomong ngelarangnya, dst dst. Apalagi kalau yang pengen gendong itu saudara sendiri, kan nggak enak (dasar orang Endonesa!).

Sampai akhirnya… Amanda mengalami sendiri :(

Continue reading “[BABY] Merahlah Pipinya”